Dyson Luncurkan CameraJet, Sikat Gigi dengan Kamera dan Jet Air -->

Header Menu

Dyson Luncurkan CameraJet, Sikat Gigi dengan Kamera dan Jet Air

Jurnalkitaplus
03/09/26


Jurnalkitaplus.com - Menjaga kesehatan gigi dan mulut kini bisa lebih praktis. Menurut panduan dokter gigi, kita dianjurkan menyikat gigi selama 2 menit, 2 kali sehari. Ditambah membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi minimal 1 kali sehari. Untuk hasil yang lebih bersih, biasanya ditutup dengan obat kumur. 

Tiga langkah tersebut kini diringkas menjadi satu perangkat oleh Dyson. 

Merek peralatan rumah tangga asal Inggris ini resmi meluncurkan Dyson CameraJet. Ini adalah sikat gigi pertama di dunia yang dilengkapi kamera dan jet air. Perangkat ini dijual seharga $699 atau sekitar Rp11,5 juta. 

Peluncuran global dilakukan di Paris, Prancis, pada 1 September oleh James Dyson, pendiri sekaligus kepala teknisi Dyson. “Kami sudah mengembangkannya selama bertahun-tahun. Jadi ini hari yang sangat menarik bagi saya,” ujar James Dyson (79).

Dilengkapi Kamera dan Algoritma Pendeteksi Celah Gigi
Mengutip The Straits Times (1/9), Dyson CameraJet dibekali kamera makro 100.000 piksel atau 0,1 megapiksel. Kamera ini berfungsi mendeteksi dan melacak celah antar gigi. 

Data dari kamera kemudian diproses oleh algoritma Gap Optical Targeting milik Dyson. Algoritma ini mengarahkan jet air agar tepat mengenai area interdental atau sela-sela gigi. 

Jet tersebut dapat menyemprotkan air biasa maupun obat kumur langsung ke sela gigi. 

Perangkat ini juga dilengkapi konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi 2,4GHz. Pengguna dapat melihat proses menyikat secara langsung melalui aplikasi MyDyson

Fiturnya ibarat “endoskop pribadi” yang menampilkan kondisi gigi dan gusi dari jarak dekat saat menyikat. 

Soal privasi, Dyson menegaskan tidak ada gambar yang direkam maupun disimpan, baik di perangkat maupun di cloud. 

Uploaded Image
straitstimesonline

Ada Pasta Gigi dan Obat Kumur Khusus Pengguna tetap dapat menggunakan pasta gigi dan obat kumur dari merek lain. Namun, Dyson juga merilis produk khusus untuk mendukung performa CameraJet. 

Tersedia obat kumur berbusa rendah seharga $15 atau sekitar Rp247 ribu per botol. Ada juga pasta gigi non-berbusa dengan varian rasa peppermint dan ginger mint. 

Pada varian peppermint khusus gigi sensitif dijual $18 atau sekitar Rp297 ribu. 

Pasta gigi non-berbusa dibuat agar tampilan di aplikasi tetap jernih dan tidak tertutup busa saat digunakan. 

Dyson CameraJet hadir dalam dua pilihan warna, yaitu Ceramic Pink dan Ceramic Ultra Blue. 

Pada bagian kepala sikat terdapat tag RFID. Fungsinya melacak kapan kepala sikat dipasang, sudah dipakai berapa kali, dan kapan perlu diganti. Harga kepala sikat isi 2 dibanderol $49 atau sekitar Rp808 ribu. 

Tangki Anti-Gravitasi dan Semprotan Kerucut
Water flosser (penyemprot air) pada umumnya memiliki ukuran besar dengan kapasitas tangki 200ml hingga 600ml. CameraJet dirancang se-compact sikat gigi elektrik biasa. 

Perbedaannya terletak pada tangki “anti-gravitasi” berkapasitas 12,5ml yang terletak di bawah kepala sikat. Tangki ini dapat terisi ulang secara otomatis ketika sikat diletakkan di docking station (tempat simpan atau isi ulang). 

Berbeda dengan water flosser biasa yang sering tersendat saat dimiringkan karena mengandalkan gravitasi, CameraJet menggunakan pompa diafragma dan ruang bertekanan. Sistem ini membuat air tetap keluar dengan lancar meskipun digunakan untuk menyikat bagian geraham belakang. 

Jenis semprotannya juga berbeda. Jika water flosser biasa menggunakan semprotan jarum yang tajam, CameraJet menggunakan “conical jet” atau semprotan berbentuk kerucut. Hasilnya lebih lembut di gusi, cakupannya lebih luas, dan diklaim lebih efektif mengangkat plak. 

Uploaded Image

Dikembangkan 6 Tahun di Singapura
Untuk menguji kemampuan dalam menghancurkan plak, tim insinyur Dyson bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi NUS (National University of Singapore). 

Mereka menciptakan plak buatan sehingga pengujian dapat dilakukan berulang kali tanpa perlu uji coba langsung ke mulut manusia. Proses pengembangan memakan waktu 6 tahun dan sebagian besar dilakukan di kantor pusat global Dyson di St James Power Station, Singapura.

Sebanyak 661 insinyur yang mengerjakan CameraJet, 300 orang di antaranya berbasis di Singapura. Terdapat 43 penemu dari Singapura yang namanya tercantum dalam 25 dari 38 paten produk ini. 

Ruang lingkup kerja tim Singapura mencakup pengembangan teknologi, rekayasa desain, prototyping cepat, pemilihan warna-material-finishing, uji akustik, uji produk, hingga uji pengguna. 

Steven Ong (40) Kepala Rekayasa Desain dan warga Singapura yang telah 14 tahun berkarier di Dyson, turut berperan. Ia sebelumnya terlibat dalam pengembangan Dyson Supersonic dan Dyson Airwrap. “Saya bangga melihat produk ini akhirnya dirilis. Kerja keras tim Singapura dan tim global terbayar,” kata Ong kepada The Straits Times. 

Orang-orang pasti takjub karena kami bisa memadatkan rutinitas 10-15 menit menjadi hanya 2-3 menit. Semuanya dikerjakan otomatis oleh alat ini.” 

Sikat Gigi Elektrik Ini Sudah Bisa Dibeli di Singapura
Mulai 2 September, CameraJet sudah tersedia di dyson.com.sg, toko Dyson, dan pengecer terpilih di Singapura. Untuk pasta gigi dan obat kumur rasa spearmint dijual terpisah. Namun setiap pembelian CameraJet akan mendapatkan paket starter berisi pasta gigi dan obat kumur spearmint secara gratis selama persediaan masih ada. Sobat JKPers tertarik mencoba? (ALR-26)